BERITAPOST.id
Politik
05 April 2026 16:06 Penerbit: Admin

Dari Tujuh Jadi Delapan, Gus Makki Zaini Muncul di Detik Krusial Muscab PKB Banyuwangi

4 menit baca
Dari Tujuh Jadi Delapan, Gus Makki Zaini Muncul di Detik Krusial Muscab PKB Banyuwangi

BANYUWANGI, Beritapost.id - Musyawarah Cabang (Muscab) VI DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Banyuwangi yang berlangsung di Hotel Santika Banyuwangi, Minggu (5/4/2026), menjadi forum konsolidasi besar yang penuh kejutan. Agenda yang seharusnya berjalan formal justru berubah menjadi panggung dinamika politik internal setelah munculnya tambahan kandidat Ketua Dewan Tanfidz dari usulan peserta.

Sejak dimulai pagi hari, jalannya Muscab berlangsung disiplin dengan rangkaian sidang pleno yang membahas berbagai agenda strategis partai. Peserta Muscab yang terdiri dari pengurus DPC, DPAC se-Banyuwangi, serta unsur kader dan tokoh pendukung, mengikuti seluruh tahapan mulai dari laporan pertanggungjawaban, evaluasi program kerja, hingga pembahasan mekanisme pemilihan ketua.

Kehadiran tokoh-tokoh nasional PKB turut memberi bobot penting dalam forum tersebut. Dr. Hj. Anggia Erma Rini hadir sebagai pimpinan sidang sekaligus memberikan pengarahan terkait arah perjuangan PKB secara nasional. Ia menekankan bahwa kekuatan partai harus terus dijaga melalui soliditas struktur, kedekatan dengan rakyat, serta konsistensi dalam memperjuangkan aspirasi warga.

Sementara itu, H. Badrut Tamam dalam arahannya mengingatkan seluruh kader agar Muscab tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, namun menjadi momentum menyatukan visi, memperkuat barisan, dan menentukan pemimpin yang mampu menggerakkan mesin partai hingga tingkat paling bawah.

Tak hanya itu, kehadiran H. M. Nasim Khan semakin mempertegas bahwa Banyuwangi menjadi salah satu wilayah strategis yang mendapat perhatian serius dari DPP PKB. Dalam suasana Muscab, terlihat bahwa keputusan yang lahir dari Banyuwangi akan menjadi bagian penting dalam peta kekuatan PKB di Jawa Timur.

Dukungan dari kalangan ulama dan tokoh NU juga tampak kuat. Ketua Tanfidziyah PCNU Banyuwangi Ahmad Turmudzi turut hadir bersama sejumlah tokoh lainnya. Kehadiran unsur NU tersebut menjadi simbol bahwa PKB tetap berdiri di atas pondasi politik kultural yang mengakar kuat di masyarakat.

Di internal DPC PKB Banyuwangi, Muscab dihadiri lengkap oleh jajaran Dewan Syura yang dipimpin KH. Abdul Ghoffar LZ, Ketua Dewan Tanfidz Nur Faizin, serta para pengurus dan kader dari berbagai tingkatan. Atmosfer forum menunjukkan semangat besar untuk menyongsong periode kepemimpinan baru.

Namun suasana Muscab mulai menghangat ketika memasuki sesi pembahasan calon Ketua Dewan Tanfidz. Awalnya, DPP PKB menyampaikan tujuh nama kandidat yang masuk dalam pemetaan, yaitu Hj. Ma’mulah Harun, Arvy Rizaldy, H. Muhammad Ali Mahrus, H. Susiyanto, Inayanti Kusumasari, Dr. Zaki Al Mubarok, serta Hj. Siti Mafrochatin Ni’mah.

Ketegangan mulai terasa ketika sejumlah peserta dari DPAC secara kompak menyuarakan satu nama tambahan yang dianggap layak masuk dalam bursa. Nama yang mengemuka dalam forum itu adalah KH. Moh. Ali Makki Zaini atau yang akrab disapa Gus Makki.

Usulan tersebut langsung ditanggapi pimpinan sidang pleno empat yang dipimpin Dr. Hj. Anggia Erma Rini. Ia mengonfirmasi adanya aspirasi peserta Muscab yang meminta nama Gus Makki dimasukkan sebagai kandidat.

“Ada tambahan satu nama yang diusulkan oleh peserta Muscab, namanya KH. Moh. Ali Makki Zaini,” kata Anggia di hadapan peserta.

Setelah mendapat persetujuan forum, nama KH. Moh. Ali Makki Zaini resmi ditetapkan sebagai calon tambahan, sehingga jumlah kandidat Ketua Dewan Tanfidz DPC PKB Banyuwangi menjadi delapan orang.

Menariknya, dalam dinamika sidang, nama Gus Makki disebut sebagai figur yang paling dominan diusulkan peserta. Dorongan kuat dari kader tingkat kecamatan menunjukkan adanya gelombang aspirasi akar rumput yang menghendaki kepemimpinan berbasis ulama dan memiliki pengaruh kultural yang kuat di masyarakat.

Dengan munculnya nama baru tersebut, Muscab VI PKB Banyuwangi pun berubah menjadi forum yang semakin kompetitif. Delapan nama yang masuk dalam daftar calon kini dipastikan akan menjadi sorotan, karena masing-masing membawa latar belakang dan basis dukungan yang berbeda.

Muscab ini menjadi momentum penting bagi PKB Banyuwangi untuk menentukan pemimpin yang dinilai mampu menjaga soliditas partai, memperluas basis dukungan, sekaligus memperkuat posisi PKB dalam kontestasi politik mendatang.

Kini, publik dan kader PKB Banyuwangi menanti hasil akhir Muscab. Siapa yang akan mendapat mandat memimpin PKB Banyuwangi, dan membawa partai berlambang bintang sembilan itu melangkah lebih kuat dalam lima tahun ke depan, akan segera terjawab.

Bagikan Artikel: