BERITAPOST.id
Daerah
06 April 2026 10:38 Penerbit: Admin

KH Achmad Shiddiq Ungkap Rumus Sukses Organisasi di Haul Muharrik NU Kota Banyuwangi

3 menit baca
KH Achmad Shiddiq Ungkap Rumus Sukses Organisasi di Haul Muharrik NU Kota Banyuwangi

Banyuwangi, Beritapost.id - Suasana penuh kekhidmatan mewarnai kegiatan Halal bi Halal dan Haul Muharrik NU Kota yang diselenggarakan MWCNU Banyuwangi Kota di Pondok Pesantren At-Taufiq, Kelurahan Sumberejo, Banyuwangi, Ahad (5/4/2026).

Dalam acara tersebut, Pengasuh PP Al-Anwari Kertosari sekaligus Mustasyar Nahdlatul Ulama, KH. Achmad Shiddiq, hadir memberikan mauidlah hasanah yang menekankan pentingnya fondasi spiritual dan manajemen kebersamaan dalam menjalankan roda organisasi.

Di hadapan jamaah, KH Achmad Shiddiq menjelaskan bahwa kesuksesan organisasi tidak cukup hanya ditopang semangat dan kekompakan, namun juga harus berpijak pada pedoman Al-Qur’an. Ia mengutip kandungan Surat Al-Ashr sebagai prinsip utama yang dapat dijadikan pegangan dalam membangun program-program organisasi.

Ia menyampaikan, dalam surat tersebut dijelaskan bahwa manusia berada dalam kerugian kecuali mereka yang memenuhi beberapa syarat penting.

“Yang pertama adalah amanu, yaitu iman dan keyakinan kepada Allah SWT. Kita harus yakin bahwa setiap usaha yang kita niatkan baik akan diberikan jalan sukses oleh Allah,” terang KH Achmad Shiddiq.

Ia menambahkan, optimisme menjadi modal penting karena Allah SWT akan memperlakukan hamba-Nya sesuai prasangka yang dimiliki, sebagaimana termuat dalam hadits qudsi.

Selanjutnya, ia menegaskan syarat kedua yakni amalus sholih atau kerja nyata yang baik. Dalam konteks organisasi, hal itu bermakna bahwa program tidak cukup dirancang, namun harus dijalankan dengan sungguh-sungguh.

“Program harus dieksekusi dengan maksimal. Perencanaan harus baik, pelaksanaan juga harus lebih baik,” ujarnya.

Sementara syarat ketiga, kata KH Achmad Shiddiq, adalah watawa saubi-l-haq dan watawa saubi-s-shabr, yakni saling mengingatkan dalam kebenaran dan kesabaran. Ia menilai unsur ini menjadi penentu keberlanjutan organisasi agar tidak mudah rapuh dalam menghadapi dinamika.

Ia mengingatkan agar seluruh pengurus dan warga NU tidak alergi terhadap kritik, selama kritik itu membangun. Namun ia juga menekankan bahwa kritik tanpa kontribusi justru akan melemahkan perjuangan.

“Kalau ada program, jangan jalan sendiri lalu menutup diri. Tapi jangan juga hanya pandai mengkritik tanpa ikut membantu,” tegasnya.

Tausiyah tersebut disampaikan sebagai dukungan moral terhadap langkah besar yang tengah dilakukan MWCNU Banyuwangi Kota. Rais Syuriyah MWCNU Kota, KH. Nur Hafifi, mengungkapkan bahwa NU Kota saat ini sedang menggalang dana untuk pembelian tanah yang akan digunakan sebagai lokasi pembangunan kantor NU.

“Kami berharap rencana besar ini bisa diwujudkan. Pada kepengurusan saat ini, kami bertekad membeli tanah kantor NU,” jelasnya.

Menurutnya, pembebasan lahan yang berada di kawasan Jalan Kepiting, Kelurahan Sobo, membutuhkan biaya sekitar Rp400 juta. Hingga kini, uang muka sebesar 10 persen telah dibayarkan dan sisanya masih membutuhkan dukungan semua pihak.

“Alhamdulillah sudah terbayar 10 persen. Mari bersama-sama melunasi sisanya demi berdirinya kantor NU Kota,” pungkasnya.

Bagikan Artikel: